Satu
musim nyaris terlewati. Tercatat di pertengahan Agustus 2015 silam, saya
ditolak cinta (lagi) untuk yang ke-22 kali secara beruntun. Saking meriahnya
euforia penolakan yang awalnya saya kira tidak akan pernah terjadi (karena
melihat respon si Doi yang amat sangat positif, kendati ternyata hanya sayang
sebagai sahabat, katanya..) alhasil kegagalan yang melampaui 3 angka dari usia
saya saat itu (19 tahun, 10 bulan) menuai simpati dari beberapa teman yang
mengirim hadiah berupa foto senja yang indah buat saya dengan cara
menguploadnya ke Instagram dan memberi tag atau mention ke akun saya dengan
hastag #Fantastic22.